TOTAL PENDAPATAN
Rp
338,6 M
Target: Rp 1,019 M
TOTAL BELANJA
Rp
251,0 M
Pagu: Rp 1,034 M
SURPLUS / DEFISIT
Rp
87,6 M
Posisi Fiskal Aktif
REALISASI PAD
Rp
42,8 M
12.6% Kemandirian
SERAPAN ANGGARAN
24.3%
EXECUTIVE SUMMARY
Realisasi belanja mencapai 24.3% (Perlu Akselerasi). Struktur pendapatan menunjukkan Ketergantungan Tinggi pada Pusat dengan porsi PAD 12.6%. Alokasi Belanja Modal masih rendah (0.7%), disarankan untuk meningkatkan belanja produktif. Pengeluaran terbesar saat ini dialokasikan untuk Belanja Pegawai sebesar Rp 180.0 Miliar.
RASIO MODAL
0.7%
RASIO PEGAWAI
71.7%
Rekomendasi Strategis
• Perlu peningkatan alokasi Belanja Modal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
• Diperlukan Akselerasi Penyerapan anggaran pada SKPD dengan pagu besar.
• Jaga stabilitas rasio belanja pegawai di bawah ambang batas 30%.
• Diperlukan Akselerasi Penyerapan anggaran pada SKPD dengan pagu besar.
• Jaga stabilitas rasio belanja pegawai di bawah ambang batas 30%.
STRUKTUR PAD
Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Rp 41.1M
Pajak Daerah
Rp 19.2M
Retribusi Daerah
Rp 20.3M
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
Rp 0.0M
Lain-lain PAD yang Sah
Rp 1.7M
KOMPOSISI PENDAPATAN
| ITEM | (M) |
|---|---|
| Pendapatan Asli Daerah (PAD) | 41.1 |
| Pajak Daerah | 19.2 |
| Retribusi Daerah | 20.3 |
| Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah | 0.0 |
| Lain-lain PAD yang Sah | 1.7 |
| Pendapatan Transfer | 297.5 |
TARGET VS REALISASI (Miliar)
Dana Transfer (TKD)
Dana Desa
Rp
3.7M
Insentif Fiskal
Rp
0.0M
Dana Bagi Hasil (DBH)
Rp
0.2M
Dana Alokasi Umum (DAU)
Rp
214.4M
Dana Alokasi Khusus (DAK)
Rp
66.8M
Pendapatan Bagi Hasil
Rp
12.5M
Bantuan Keuangan
Rp
0.0M
KOMPOSISI BELANJA
| ITEM | (M) |
|---|---|
| Belanja Pegawai | 180.0 |
| Belanja Barang dan Jasa | 58.5 |
| Belanja Modal Peralatan dan Mesin | 1.7 |
| Belanja Bantuan Sosial | 0.2 |
| Belanja Hibah | 0.1 |
| Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan | 0.1 |
| Belanja Modal Gedung dan Bangunan | 0.0 |
| Belanja Modal Tanah | 0.0 |
| Belanja Modal Aset Tetap Lainnya | 0.0 |
PAGU VS PENYERAPAN (Miliar)